29 July 2015

7 Kesalahan Dalam Wawancara Kerja

Wawancara adalah tahap yang paling sulit dihadapi oleh para kandidat. Sebagian besar calon karyawan gagal dalam tahap ini. Wawancara bukan masalah jawaban yang benar atau salah, namun kesalahan-kesalahan yang sifatnya teknis maupun non teknis perlu dihindari saat proses wawancara. Simak tipsnya dalam video ini.

28 July 2015

Bursa Kerja Grand Serpong Mall Tangerang

Hadiri Bursa Kerja Nasional Area Tangerang

Hari : Selasa-Rabu
Tanggal : 25-26 Agustus 2015
Lokasi : Grand Serpong Mall
Alamat : Jl. MH. Thamrin KM. 2,7, Kebon Nanas, Tangerang
Waktu : 09.00-16.00 WIB

TIKET MASUK GRATIS

Klik untuk memperbesar gambar


Persyaratan :
- Bawa Lamaran Lengkap
- Berpakaian Rapih
- Bersepatu
- Membawa Alat Tulis & Catatan

UNTUK UMUM - FRESH GRADUATE - PENGALAMAN
Pendidikan mulai min SMA/SMK sederajat - D3 - S1

Dihadiri oleh 40 perusahaan (list perusahaan akan diupdate di artikel ini)

Seminar Karir selama Bursa Kerja dengan topik :
- Trik melamar via Email
- Tips lolos wawancara kerja

Info :
Telpon - 085100372342
SMS - 08963495866
www.terminalhrd.com

Sebarkan informasi ini kepada teman atau rekan Anda, semoga bermanfaat

8 Hal Penyebab Kegagalan Interview Kerja

Nasib para pencari kerja ditentukan oleh proses wawancara kerja, apakah mereka bisa lanjut ke tahap selanjutnya, apakah terhenti. Namun ternyata banyak orang yang harus rela mengubur cita-citanya untuk bekerja di perusahaan impian mereka karena tidak berhasil memikat hati pewawancara.
Apa saja yang membuat gagal wawancara kerja? Simak 8 penyebab kegagalan wawancara kerja berikut:

1. Anda tidak memiliki jawaban yang baik untuk pertanyaan, ” Di mana Anda melihat diri Anda dalam sepuluh tahun?”
Ini sebenarnya klise, tetapi bisa sangat mempengaruhi penilaian pihak perusahaan terhadap diri pelamar. Misalnya, jika Anda melakukan wawancara untuk pekerjaan di media sosial dan Anda mengatakan Anda ingin menjadi direktur kreatif, pihak perusahaan mungkin akan bertanya-tanya, mengapa Anda tidak wawancara untuk pekerjaan desain.

2. Tidak cocok satu sama lain
Jika Anda tidak mendapatkan pekerjaan itu, bukan berarti Anda tidak memiliki bakat, semangat, atau masa depan di bidang yang Anda kejar. Beberapa manajer ingin karyawannya tidak banyak cakap, sementara sebagian lagi ingin calon karyawannya aktif bertanya. Kabar baiknya, Anda bisa direkomendasikan kepada perusahaan lain yang membuka kesempatan yang lebih baik untuk Anda.

3. Anda tidak menindaklanjuti
Perusahaan jelas menanti ucapan terima kasih yang menunjukkan bahwa Anda menginginkan pekerjaan itu. Jika Anda tidak menindaklanjuti, perusahaan bisa menganggap Anda tidak benar-benar menginginkannya.
gagal-interview-tips

4. Anda terlalu maju
Jika Anda pernah bekerja selama dua tahun dan telah melakukan pekerjaan yang jauh lebih maju daripada apa yang perusahaan butuhkan, Anda kemungkinan besar tidak akan diterima. Karena, Anda akan bosan! Perusahaan biasanya ingin semua orang yang mereka rekrut bisa merasa tertantang, mengambil langkah-langkah ke depan, dan selalu berkembang.

5. Anda tidak mempersiapkan segalanya
Sebelum menghadiri wawancara, membawa salinan CV Anda adalah tindakan paling minimal. Jika Anda ingin menjadi penulis misalnya, Anda juga harus membawa contoh karya Anda yang pernah diterbitkan untuk ‘dipamerkan’ ke pewawancara.

6. Tidak mempelajari perusahaan sebelum sesi wawancara
Sebelum wawancara, Anda harus melakukan riset sederhana tentang perusahaan yang akan Anda tuju. Dengan cara itu, Anda mendapat referensi tentang perusahaan, dan menunjukkan bahwa Anda memang sudah siap untuk bergabung dengan perusahaan.

7. Anda gugup
Jika Anda gugup, diyakini Anda akan melupakan poin pembicaraan utama, atau menjawab sekenanya tentang pertanyaan yang diajukan.

8. Tidak memiliki pertanyaan yang baik untuk pada akhir sesi wawancara
Bertanya tentang “apa bagian terbaik bekerja di sini?” dan tidak ada yang lain, menunjukkan bahwa pola pikir Anda sangat stagnan.

Sumber : Cosmopolitan

5 Jurus Ampuh Negosiasi Gaji

Gaji menjadi hal yang paling sensitif untuk dibicarakan setelah kita melewati tahap wawancara kerja. Pastikan Anda menyiapkan fisik dan juga mental saat melewati tahap ini. Jika Anda benar-benar berharap memperoleh gaji yang lebih tinggi dari pekerjaan sebelumnya, maka komunikasikan hal tersebut dengan baik.

Jangan terlihat gugup ataupun panik. Seperti dilansir dari Business Insider, negosiasi gaji merupakan kunci memperoleh bayaran yang lebih tinggi saat wawancara. Untuk lebih jelasnya, Jim Hopkinson, penulis buku “Salary Tutor: Learn the Salary Negotiation Secrets No One Ever Taught You” mengajukan beberapa cara untuk mendapat gaji yang lebih tinggi. Berikut kelima cara cepat naik gaji versi Hopkinson saat wawancara kerja:

  1. Tunda semua pembicaraan khusus mengenai gaji, sampai Anda merasa perusahaan membutuhkan Anda untuk bekerja di sana. Itu berarti Anda sebaiknya menghindari untuk bertanya soal gaji saat melamar kerja dan selama wawancara.
  2. Sebagai pelamar kerja, jangan pernah memulai pembahasan soal gaji terlebih dulu.
  3. Saat pewawancara menanyakan soal gaji, gunakan metode tarik ulur hingga Anda memperoleh target bayaran Anda.
  4. Gunakan jeda efektif dalam percakapan, karena kebanyakan orang cenderung bicara untuk mengisi kekosongan tersebut dan bisa membahas informasi penting, khususnya soal gaji Anda.
  5. Masih banyak tunjangan yang lebih penting dari gaji. Ingatlah keuntungan-keuntungan lain dari pekerjaan baru seperti jabatan yang lebih baik, waktu yang lebih longgar, lebih banyak liburan, bonus, jaminan pendidikan dan perjalanan gratis.

Ingatlah, negosiaasi gaji di awal pekerjaan sangat penting. Hal tersebut mempengaruhi pendapatan Anda kedepannya. Salah satu hal yang membuat kebanyakan pria berpendapatan lebih tinggi dari wanita adalah karena mereka tak bernegosiasi sejak awal bekerja.

Sumber : Liputan6

8 Tipe Wawancara Kerja yang Harus Dipelajari

Wawancara kerja menjadi sebuah ritual khusus bagi mereka yang ingin mendapatkan pekerjaan impian mereka. Ada banyak sekali cara yang dilakukan kandidat/ pencari kerja dalam menaklukan wawancara kerja. mulai dari mempelajari budaya perusahaan, bisnis hingga mempelajari pertanyaan yang biasa dilontarkan oleh Human Resources.
Berikut JobStreet.com merangkum 8 tipe wawancara kerja yang biasa ditemui kandidat:

1. Wawancara Tradisional (One-on-One)
Tipe wawancara ini sering sekali digunakan dan Anda pasti familiar dengan wawancara tipe ini. Perwakilan perusahaan, biasanya HRD dan user (pengguna) akan bekerjasama untuk membuat pertanyaan untuk sesi tanya jawab dengan Anda untuk mengetahui apakah Anda kandidat yang mereka cari.
Contoh pertanyaan yang sering digunakan:
“Ceritakan mengenai diri Anda.”
“Mengapa Anda menginginkan pekerjaan ini?”

Tip wawancara:
Lakukan latihan wawancara kerja dengan teman yang bisa Anda percaya untuk membantu. Tanya pendapat teman Anda mengenai jawaban yang Anda lontarkan dan analisa jawaban tersebut.Hal tersebut akan sangat membantu.

2. Wawancara Kelompok
Tidak seperti tipe wawancara yang pertama, tipe satu ini Anda tidak hanya akan bertemu dengan HRD saja, tapi dengan beberapa kandidat lain yang melamar untuk posisi yang sama dengan Anda. Ini adalah taktik yang digunakan oleh perusahaan saat mereka membutuhkan karyawan untuk sebuah posisi dengan jumlah yang banyak. Tipe ini membuat perusahaan melihat kelebihan masing-masing dari kandidat dan bagaimana para kandidat ini bekerja dalam grup.
Contoh pertanyaan yang sering digunakan:
“Apa yang membuat Anda berbeda dari kandidat yang lain?”
“Kira-kira apa posisi yang cocok untuk Anda saat berada dalam kelompok ini?”

Tip wawancara:
Tunjukan bahwa Anda adalah team player dan menjadi kandidat yang aktif terhadap seluruh pertanyaan yang dilontarkan untuk grup karena semua itu adalah bagian dari tes. Anda akan melihat bagaimana Anda memecahkan sebuah masalah saat bekerja dalam tim, jadi jangan berdiam diri tunjukan pada mereka apa yang Anda miliki.
job-interview-mistakes

3. Wawancara Telepon
Wawancara melalui telepon adalah cara paling efisien yang digunakan oleh perusahaan saat menjaring kandidat yang sulit dijangkau karena masalah jarak. Wawancara melalui telepon biasanya digunakan untuk melakukan saringan awal sebelum kandidat diundang secara langsung untuk datang ke perusahaan untuk tes. Pertanyaan yang biasa dilontarkan tidak jauh berbeda dengan wawancara face-to-face.
Contoh pertanyaan yang sering digunakan:
“Menurut Anda apakah kelemahan yang ada pada diri Anda?”
“Kira-kira 5 tahun kedepan Anda akan berada dimana?”

Tip Wawancara:
Ganguan dari luar dan jaringan yang tidak baik dapat menjadi masalah untuk wawancara tipe ini, maka dari itu pilih tempat yang tidak terlalu gaduh. Anda juga perlu menunjukan hal terbaik yang Anda miliki kepada HRD dan jelaskan secara jelas dan antusias. cara yang baik untuk menjawab pertanyaan dengan cara wawancara ini adalah dengan tersenyum. Ini akan menjadi cara yang jitu jika Anda melamar untuk posisi call centre, sales dan operator telepon.

4. Wawancara Video
Untuk kandidat yang berada dikota atau negara yang berbeda yang memiliki teknologi yang lebih canggih, wawancara melalui skype atau video bisa menjadi pilihan dan kini menjadi kian populer. Melalui cara ini Anda bisa merasakan sensasi wawancara face to face. Wawancara ini juga mirip sekali dengan tipe tradisional, hanya saja menggunakan media laptop atau PC.
Contoh pertanyaan yang sering digunakan:
“Bagaimana Anda mengambarkan lingkungan kerja yang Anda harapkan?”
“Bagaimana Anda menghadapi tekanan kerja?”

Tip Wawancara:
Berhati-hati memilih lokasi wawancara. Pastikan Anda tidak sedang berada dilokasi yang ramai seperti internet cafe atau restoran. Pastikan Anda juga mengenakan busana yang rapih. Perlakukan wawancara video ini layaknya wawancara langsung biasa.

5. Wawancara Bursa Kerja
Wawancara busa kerja/ career fair memiliki dua tujuan. PErtama adalah meninjau awal calon kandidat yang akan dipekerjakan dan kemudian untuk diundang ke perusahaan untuk menjalani wawancara secara lebih detil. Kedua adalah karena kebutuhan perusahaan yang memang menginginkan proses wawancara sekaligus dalam sehari. Tipe wawancara ini biasa dijumpai pada acara job fair.
Contoh pertanyaan yang sering digunakan:
“Apa yang membuat Anda hadir dalam job fair ini?”
“Apa yang membedakan Anda dari semua kandidat yang ada disini?”

Tip Wawancara:
Anda memiliki waktu yang sangat terbatas untuk wawancara tipe ini maka dari itu Anda harus benar-benar bisa menarik perhatian dari HRD. Jabarkan dengan lugas dan singat mengapa Anda kandidat yang tepat yang harus mereka pekerjakan. Kuncinya adalah mengenali keunggulan diri dan cocokan dengan kebutuhan yang perusahaan inginkan, maka dari itu buat daftar poin mengenai diri Anda sebelumnya. Juga Anda harus melakukan penelitian kecil mengenai jumlah  perusahaan yang bergabung dalam job fair tersebut dan mana saja target Anda.

6. Wawancara Studi Kasus
Ini adalah salah satu wawancara yang berbeda dimana Anda harus dihadapkan dengan sebuah masalah dan Anda diminta untuk memecahkannya. Disini, HRD ingin melihat bagaimana cara Anda menghadapi sebuah isu atau masalah dan sejauhmana kemampuan Anda dalam menghadapi tekanan. Hal ini sering digunakan untuk mereka yang biasa wawancara untuk bidang perbankan dan pekerjaan konsultan manajemen.
Contoh pertanyaan yang sering digunakan:
“Buat rencana bagaiama Perusahaan X bisa mendapat keuntungan lebih dari tahun lalu.”

Tip wawancara:
Untuk wawancara tipe ini, perhatikan setiap proses karena itu yang nantinya akan menjadi penentu keberhasilan Anda. Luangkan waktu untuk merangkum masalah dengan baik dan Anda muncul dengan solusi yang sesuai. Jawaban yang paling digemari untuk pertanyaan seperti ini adalah jika Anda muncul dengan solusi yang tepat yang merupakan rangkuman dari apa yang saat dihadapai dan apa yang seharusnya Anda katakan.

7. Wawancara Asah Otak
Pernah berhadapan dengan HRD dan Anda diberi banyak pertanyaan yang Aneh hingga membuat kulit Anda berkedip? Berarti Anda pernah mengalami wawancara tipe ini. Tipe ini biasa digunakan oleh Microsoft saat ingin mencari kandidat untyk kantor mereka. Sekarang tipe wawancara ini sering kali digunakan oleh perusahaan berbasis teknologi.Namun sekarang industri perbankan, marketing dan keuangan sering menggunakan tipe ini juga. Mirip dengan wawancara studi kasus, tipe ini juga akan menjadi tolak ukur sejauh mana kempuan Anda dalam menghadapi sebuah masalah.
Contoh pertanyaan yang sering digunakan:
“Bagaiamana cara Anda mendaki Gunung Jaya Wijaya?”
“Jabarkan kira-kira bagaimana tuna netra melihat warna merah?”

Tip Wawancara:
Rahasia yang harus dipelajari dari wawancara tipe ini adalah jangan terkecoh dengan pertanyaan aneh yang muncul. Luangkan waktu sebentar untuk mempersiapkan jawaban dan solusi. Kombinasi dari kempuan berpikir kritis dan luasnya pengetahuan umum dan cara berpikir yang luas akan menjadi kunci kesuksesan wawancara tipe ini.

8. Wawancara Stres
Bayangkan adegan interogasi dimana seorang polisi dan Anda harus berhadapan dengan seorang detektif yang sangat mengintimidasi dengan karakter yang sangar, berteriak pada Anda dan Anda merasa begitu ketakutan. Ok Mungkin hal itu sedikit berlebihan namun wawancara tipe stres ini akan membuat Anda berada dalam keadaan yang sangat tidak nyaman yang memang dibuat oleh HRD dan user Anda. MEski jarang digunakan namun tipe seperti ini biasanya dihadapi oleh Anda yang berada dalam tingkat manajerial.
Contoh pertanyaan yang sering digunakan:
“Apa yang membuat Anda yakin bisa bertahan disini?”
“Saya tidak tertarik dengan resume Anda. Apa yang membuat Anda yakin bahwa Anda adalah kandidat yang kami cari?”

Tip wawancara:
Sama halnya pada saat Anda harus menhadapi wawancara studi kasus atau tipe wawancara lainnya yang harus Anda perhatikan adalah Anda harus tetap relax dan santai untuk melewati semua proses wawancara. Ingat bahwa orang yang mewawancara Anda hanya ingin mencari titik kelemahan Anda. Jangan anggap bahwa mereka sangat galak atau kasar. Singkat kata jangan dibawa hati!
Sangat penting mengingat bahwa seseorang tidak akan pernah siap saat menghadapi wawancara kerja. Anda mungkin akan menemui salah satu tipe wawancara selama Anda sedang mencari pekerjaan. Namun dengan Anda memiliki wawasan luas dan sedikit pengetahuan tentang perusahaan yang Anda lamar membuat proses rekruitmen lebih mudah.

Sumber : yugoprabowo - jobstreet.com